CLICK HERE FOR FREE BLOG LAYOUTS, LINK BUTTONS AND MORE! »

Tuesday, August 2, 2011

Memaknai Makna Sebuah Kesalahan


Setiap orang pasti memiliki kesalahan yang pernah dilakukan. Karena tidak mungkin niat kesempurnaan itu dicapai tanpa kesalahan yang terjadi. Namun yang perlu menjadi perhatian khusus bagi kita adalah jangan sampai kesalahan yang pernah kita lakukan itu menjadi titik kejatuhan kita dalam fase mencapai kesempurnaan. Ingatlah, bahwa kesalahan itu adalah langkah awal kita merasakan sebuah pengalaman. Sebuah pengalaman yang akan terus membekas dan menjadi pengingatan tersendiri untuk kita. Bisa jadi Allah memberikan kita sebuah kesalahan yang tidak bisa kita lupakan, sebagai wujud cinta Nya agar kita tidak lagi mengulangi kesalahan itu. Kesalahan yang kita lakukan, terkadang akan mempunyai imbas tidak hanya kepada kita saja, namun juga terhadap yang lain. Yang perlu diperhatikan adalah, janganlah kita enggan untuk mengakui kesalahan kita terhadap orang lain. jangan akhirnya karena rasa malu dan rasa tidak enak kita atau karena rasa kebanggaan terhadap diri kita, akhirnya mengajukan berbagai macam alasan agar mengesankan kita lepas dari kesalahan. Cobalah untuk mengakui kesalahan kita, dan senantiasa bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan. Memang nantinya akan ada konsekuensi dari kesalahan yang telah kita lakukan, tapi bentuk pertanggung jawaban kita itulah yang sesungguhnya merupakan sarana kita untuk merasakan sebuah pendewasaan pada hati-hati kita. Contohlah kisah sahabat yang sudah sangat sering kita dengar, seorang Kaab bin Malik. Kaab bin Malik yang pada saat itu sedang berinteraksi dengan keluarganya di kebun kurma, sehingga menunda keberangkatannya ke medan perang, yang akhirnya berujung pada ketidakikutsertaanya pada perang bersama Rasul. Padahal rencana awalnya akan menyusul, namun tidak terkejar. walaupun sahabat yang lain, Abu Dzar Al Ghifari bisa mengejar rombongan perang itu, walaupun hanya berbekal biji kurma sebagai bekal keberangkatannya. kemudian setelah perang itu, Rasul pun memanggil para sahabat yang tidak ikut berperang. dari semua orang yang dipanggil, mereka semua mengajukan berbagai macam alasannya, dan Rasul mengiyakan saja semua alasannya dan tidak memberikan sebuah konsekuensi. Namun tidak kepada tiga orang yang akhirnya mengakui kelalaiannya, yang di antaranya adalah Kaab Bin Malik. Kaab mengakui kesalahannya dan benar-benar karena ada keengganan untuk berperang ketika itu. Dan setelah itulah Kaab diberikan sebuah iqob untuk didiamkan selama 40 hari. Yang pada akhirnya di hari selesainya masa iqob itu, tidak berkurang kualitas seorang Kaab setelah menerima hukuman itu. Itu mungkin masih sekelumit cerita singkat mengenai seorang sahabat Rasul. Yang menjadi penekanan pada tulisan ini sebetulnya kesalahan itu pasti akan dilakukan oleh semua orang, namun sangat sedikit bagi orang yang berani untuk mengakui kesalahannya. oleh karena nya hanya sedikit juga orang yang akan mempunyai peran dalam membentuk peradaban dunia ini. dan orang-orang yang akan membentuk itulah orang orang yang berani mengakui dan bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya. Apakah orang-orang itu termasuk kita di dalamnya, maka bercerminlah untuk ana pribadi dan untuk kita semua. Tetap semangat memaknai segala sesuatunya, karena semuanya akan selalu bermula dari kita. jika bukan kita yang berani melakukan perubahan itu, maka niscaya tidak akan ada perubahan dalam mencapai peradaban yang dicinta

0 comments:

Post a Comment